Kamis, 10 September 2009

Manusia Robot, Mengapa Tidak?

Manusia Robot, Mengapa Tidak?


Dr. Frank Pollick, seorang dosen psikologi di Universitas Glasgow, Inggris
Raya, memprediksi terciptanya sebuah masyarakat di mana manusia robot dengan
kemampuan interaksi sosial merupakan hal yang lazim. Teknologi yang tersedia
sekarang, menurutnya, memungkinkan manusia untuk menciptakan ilusi-ilusi
hidup.

Berdasarkan ramalan Pollick, pada tahun 2050 manusia mampu menciptakan
robot-robot yang berperan sebagai pembantu rumah tangga, atlet, atau bahkan
menggantikan tugas para penyiar televisi. Namun, sebelum semua itu tercapai,
manusia-manusia robot tersebut harus mampu mengekspresikan emosi dan
mengirimkan sinyal-sinyal sosial.

Pada forum Festival Ilmiah Asosiasi Britania di Glasgow, Pollick mengatakan
ia sedang menyelidiki interaksi antara manusia dengan mesin dengan
menggunakan sebuah latihan Tai Chi yang disebut "sticky hands." Latihan Tai
Chi tersebut dilakukan secara berpasangan dan tiap pasangan bertindak
seolah-olah mereka merupakan bayangan cermin bagi pasangan masing-masing.
Dengan cara ini, manusia dan robot yang menjadi pasangannya akan belajar
tentang pasangan masing-masing.

Lalu di Kyoto, Jepang, para ilmuwan ATR Cyberhuman Project telah
mengembangkan robot-robot jenis ini. Dengan tinggi dua meter dan kerangka
terbuat dari logam, robot-robot tersebut memiliki persendian seperti
layaknya manusia, sekaligus membuat mereka mampu bergerak seperti manusia.
Adanya empat kamera di kepala membuat robot-robot ini memiliki daya
penglihatan terfokus dan bersudut lebar.

Menurut Pollick, awalnya akan terasa aneh untuk bergaul dengan robot. Namun
ia meramalkan anak-anak yang tumbuh besar dengan robot-robot peliharaan
generasi terbaru, seperti Aibo, akan terbiasa dan menerima kehadiran para
robot manusia ini.(Syamsul Wardi)

Sumber : Astaga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar