NEC Corp. dan dua badan riset milik pemerintah Jepang telah mengembangkan
batere untuk peranti mobile, yang dalam beberapa tahun mendatang bisa
memperpanjang usia batere notebook beberapa hari lebih lama.
Batere untuk peranti mobile (fuel cell) yang bisa diisi ulang ini,
menciptakan energi listrik yang dihasilkan dari reaksi elektrokimia antara
hidrogen dan oksigen untuk memproduksi uap air dan panas, tanpa perlu
pembakaran. Beberapa jenis batere ini membutuhkan hidrogen murni sebagai
sumber bahan bakar, sedangkan lainnya membutuhkan metana atau hidrokarbon
lain.
Batere baru ini yang merupakan kerjasama antara NEC dengan Japan Science and
Technology Corp. dan Institute of Research and Innovation, menggunakan
carbon nanotube. Carbon nanotube merupakan modifikasi bahan karbon mentah
yang digunakan pada batere sampai mikroprosesor, yang ditemukan oleh periset
NEC, Sumio Iijima, pada 1991. Diperkirakan, batere ini memiliki kapasitaas
energi lebih besar 10 kali dibandingkan batere lithium berukuran sama,
seperti yang digunakan pada notebook atau peranti elektronik portabel
lainnya.
Penemuan ini sangat menggembirakan para pengembang, karena produk-produk
kini semakin rumit, dan umur batere semakin tidak memadai untuk menampung
teknologi baru. Contoh yang terjadi baru-baru ini adalah penggunaan ponsel
3G di Jepang. Download video bergerak, audio, dan data berkecepatan tinggi
yang dilakukan ternyata membuat umur batere kurang dari satu jam.
Walaupun sudah diumumkan sekarang, masih diperlukan lebih banyak riset lagi
sebelum batere ini bisa menjadi produk komersial. NEC berharap teknologi ini
bisa dikomersilkan antara 2003 dan 2005.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar